{"id":44049,"date":"2004-06-05T21:49:00","date_gmt":"2004-06-05T21:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/?p=44049"},"modified":"2024-12-16T06:55:45","modified_gmt":"2024-12-16T06:55:45","slug":"perjalanan-muhammad-qasim-ke-sekolah-sebuah-kisah-tentang-kasih-sayang-dan-transformasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/perjalanan-muhammad-qasim-ke-sekolah-sebuah-kisah-tentang-kasih-sayang-dan-transformasi\/","title":{"rendered":"Perjalanan Muhammad Qasim ke Sekolah: Sebuah Kisah tentang Kasih Sayang dan Transformasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5 Juni 2004<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\ufdfd<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Assalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakaatuh&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Muhammad Qasim berkata tentang mimpinya;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku tinggal dalam sebuah rumah dan sedang berbicara dengan diriku sendiri: \u201cQasim, hidup seperti apa ini, kamu tidak melakukan sesuatu apapun yang istimewa sepanjang hari.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian Allah\ufdfb mengutus Nabi Muhammad\ufdfa untuk datang kerumahku. Setelah beberapa saat, Nabi Muhammad\ufdfa sampai di rumahku. Beliau duduk di sebelahku dan mengatakan: \u201cLihat Qasim, aku telah mendaftarkanmu ke sekolah yang bagus (aku lupa nama sekolahnya). Kamu akan pergi ke sekolah mulai besok.\u201d Kemudian Beliau\ufdfa mengusapkan tangannya ke kepalaku dan berkata: \u201cMembaca dan menulislah di sekolah itu dan harumkan lagi namaku ke seluruh dunia seperti dulu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku menjadi sangat bahagia karena Allah\ufdfb&nbsp; mendengar doaku. Nabi Muhammad\ufdfa mendaftarkan aku ke sekolah dan memberitahuku alamat sekolah itu dan berkata: \u201cKamu harus tiba di sekolah sebelum pukul 8 pagi besok.\u201d Aku menjawab: \u201cBaiklah, Insya Allah, aku akan sampai di sekolah tepat waktu.\u201d Nabi Muhammad\ufdfa tidak memberikanku buku apapun. Aku punya beberapa buku lama, lalu aku kumpulkan dan meletakkannya pada satu tempat. Aku juga menyiapkan baju untuk besok pagi. Aku pikir besok itu adalah sekolah yang biasa-biasa saja, siapa yang akan memperhatikan penampilanku disana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku bangun di pagi hari dan bersiap-siap untuk keluar dari rumah. Sesudah agak jauh dari rumah, aku tiba di persimpangan jalan dan aku lupa kemana arah tujuanku selanjutnya. Lalu Abu Bakar r.a lewat di depanku dan aku menghentikan Beliau untuk menanyakan alamat sekolah itu. Abu Bakar r.a terkejut mendengar nama sekolah itu lalu melihat kondisiku. Beliau bertanya: \u201cKenapa kamu menanyakan alamat sekolah itu?\u201d Aku mengatakan bahwa aku telah didaftarkan masuk sekolah itu dan hari ini adalah hari pertamaku. Beliau r.a melihat surat masuk sekolahku dan berkata \u201cMasyaAllah.\u201d Lalu Beliau memberitahuku jalan menuju ke sekolah itu dan aku mulai berangkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika aku mendekati sekolah, mataku terpaku karena terkejut. Betapa hebatnya bangunan sekolah itu dan kemudian aku melihat beberapa siswa yang mengenakan pakaian yang sangat bagus, tas mereka juga sangat bagus. Aku pikir, apa mungkin aku salah masuk gedung sekolah? Lalu aku melihat nama sekolah itu dan ternyata ini memang sekolahku. Lalu mengapa Nabi Muhammad\ufdfa tidak mengatakan bahwa sekolah ini sangat menakjubkan. Aku menjadi sangat bingung setelah melihat semua ini dan berpikir: \u201cApa yang terjadi denganku? Pakaianku sangat biasa dan aku hanya memegang buku yang kondisinya juga sudah sangat tua. Di luar sekolah ada area cafe. Aku duduk di sana, dan beberapa siswa datang kesana. Mereka duduk di meja di sebelahku. Aku mulai gugup melihat mereka. Salah satu dari mereka menanyakan namaku dan aku memberitahu namaku. Seseorang memanggilku dan memintaku untuk duduk bersama mereka. Aku berkata kepada diriku sendiri: \u201cQasim, bersiaplah, mereka akan mengejekmu.\u201d Aku lalu duduk bersama mereka dan mereka berbicara dengan sangat sopan. Mereka bertanya kepadaku: \u201cApakah kamu seorang siswa baru di sini?\u201d Aku menjawab: \u201cIya, ini hari pertamaku disini.\u201d Seseorang bertanya lagi: \u201cKamu mau makan apa?\u201d Aku katakan bahwa aku sudah makan dari rumah. Mereka lalu memesan jus dan roti lapis untuk diri mereka sendiri dan juga memesan satu porsi untukku dan berkata kepadaku: \u201cJangan takut, disini kita diajarkan bahwa kita semua bersaudara, dan kita harus menjaga orang lain seperti kita menjaga diri kita sendiri, dan jika kamu memiliki masalah maka beritahu siapa saja dari kami dan kami akan membantumu.\u201d Aku berpikir dan berkata:, SubhanAllah (Maha Suci Allah), bangunan sekolah ini sungguh menakjubkan, sama seperti para siswa disini juga luar biasa. Tapi aku dipengaruhi oleh perasaan rendah dari diriku sendiri dan aku menjadi sangat malu. Lalu bel sekolah berbunyi dan semua siswa mulai menuju pintu gerbang utama dan mereka mengajakku pergi bersama mereka juga. Aku berkata kepada mereka: \u201cKalian semua pergilah duluan, aku akan pergi sendiri.\u201d Ketika mereka semua pergi maka aku mulai berjalan menuju gerbang utama secara perlahan, dan mengatakan: \u201cApa yang baru saja terjadi denganku? Nabi Muhammad\ufdfa&nbsp; tidak mengatakan bahwa sekolah ini sangat luar biasa dan muridnya juga. Begitu juga pakaian dan tas mereka, apa yang harus aku lakukan sekarang? Setiap siswa di kelas mengenakan pakaian bagus dan hanya aku yang memakai pakaian tua dan robek. Bukuku juga sudah tua serta sepatuku juga terbuat dari plastik dan sudah mulai pecah. Setelah mengatakan ini, aku memejamkan mata dan mengatakan bahwa lebih baik aku pulang daripada malu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu tiba-tiba aku merasa sepertinya bukuku baru saja hilang dari tanganku, dan aku mempunyai tas. Aku membuka mata dan terkejut melihat bahwa pakaianku juga telah berubah dan nampak seperti pakaian yang dipakai para siswa lain. Sepatuku juga berubah dan ada tas yang sangat menakjubkan di tanganku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah melihat semua ini aku berkata: \u201cBagaimana ini bisa terjadi? Apa yang terjadi saat aku memejamkan mata? Pakaianku berubah menjadi pakaian yang sangat bagus?\u201d Maka Allah\ufdfb berkata dari langit: \u201cQasim, tidak mungkin Aku akan meninggalkan seseorang yang dinaungi bayangan kasih sayang Nabi Muhammad\ufdfa dan Aku, Maha Penyayang dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu.\u201d Setelah mendengar ini, gelombang kebahagiaan yang aneh menyelimuti tubuhku dan aku berlari menuju gerbang utama sambil berteriak kagum: \u201cAllah\ufdfb membuatku seperti siswa yang lain dengan Rahmat-Nya!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika sampai di pintu gerbang, aku melihat Umar r.a berdiri disana dan aku berkata: \u201cAssalamualaikum.\u201d Beliau membalas salamku dan mengatakan: \u201cAku sudah menunggumu.\u201d Aku berkata lagi kepada Umar r.a bahwa aku akan masuk sekolah ini, dan ini adalah hari pertamaku. Umar r.a berkata: \u201cSubhanAllah, mereka yang masuk ke sekolah ini hanyalah orang-orang yang dikaruniai rahmat khusus oleh Allah\ufdfb Sekarang kita akan masuk ke dalam sembari memuji Allah\ufdfb Kami kemudian masuk ke dalam kelas.\u201d Aku berkata kepada Umar r.a: \u201cAku telah memeriksa jadwalku dan anda akan mengisi kelas pertamaku,\u201d dan Beliau mengatakan: \u201cInsya Allah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan mimpi itu berakhir disana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<div class=\"ast-oembed-container \" style=\"height: 100%;\"><iframe title=\"Whom Did Prophet Muhammad\ufdfa Admit in School? He Met Umar r.a as Teacher | Who and Where is He Now?\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/OndHVE-Vi9w?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>5 Juni 2004 \ufdfd Assalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakaatuh&nbsp; Muhammad Qasim berkata tentang mimpinya; Aku tinggal dalam sebuah rumah dan sedang berbicara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":30,"featured_media":5318,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"slim_seo":{"title":"Perjalanan Muhammad Qasim ke Sekolah: Sebuah Kisah tentang Kasih Sayang dan Transformasi - Muhammad Qasim | Muhammad Qasim bin Abdul Karim","description":"5 Juni 2004 \ufdfd Assalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakaatuh&nbsp; Muhammad Qasim berkata tentang mimpinya; Aku tinggal dalam sebuah rumah dan sedang berbicara de"},"footnotes":""},"categories":[248],"tags":[],"class_list":["post-44049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-muhammad-qasim-dreams-ms"],"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/muhammadqasimpk.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Muhammad-Qasim-Journey-to-the-School-A-Story-of-Mercy-and-Transformation.jpg",1920,1280,false],"landscape":["https:\/\/muhammadqasimpk.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Muhammad-Qasim-Journey-to-the-School-A-Story-of-Mercy-and-Transformation.jpg",1920,1280,false],"portraits":["https:\/\/muhammadqasimpk.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Muhammad-Qasim-Journey-to-the-School-A-Story-of-Mercy-and-Transformation.jpg",1920,1280,false],"thumbnail":["https:\/\/muhammadqasimpk.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Muhammad-Qasim-Journey-to-the-School-A-Story-of-Mercy-and-Transformation-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/muhammadqasimpk.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Muhammad-Qasim-Journey-to-the-School-A-Story-of-Mercy-and-Transformation-300x200.jpg",300,200,true],"large":["https:\/\/muhammadqasimpk.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Muhammad-Qasim-Journey-to-the-School-A-Story-of-Mercy-and-Transformation-1024x683.jpg",1024,683,true],"1536x1536":["https:\/\/muhammadqasimpk.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Muhammad-Qasim-Journey-to-the-School-A-Story-of-Mercy-and-Transformation-1536x1024.jpg",1536,1024,true],"2048x2048":["https:\/\/muhammadqasimpk.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Muhammad-Qasim-Journey-to-the-School-A-Story-of-Mercy-and-Transformation.jpg",1920,1280,false]},"rttpg_author":{"display_name":"Team Black Car","author_link":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/author\/aqibtaknik-com\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/muhammad-qasim-dreams-ms\/\" rel=\"category tag\">Muhammad Qasim Dreams<\/a>","rttpg_excerpt":"5 Juni 2004 \ufdfd Assalamu\u2019alaikum warahmatullahi wabarakaatuh&nbsp; Muhammad Qasim berkata tentang mimpinya; Aku tinggal dalam sebuah rumah dan sedang berbicara [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44049"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44049\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadqasimpk.org\/ms\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}