5 Agustus 2024
﷽
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Muhammad Qasim berkata tentang mimpinya:
Allahﷻ dan Nabi Terakhir Muhammadﷺ telah mengajarkan Muhammad Qasim pengajaran hidup yang terbaik melalui mimpinya.
Mimpi Penting: Masuk Sekolah Khusus
Muhammad Qasim telah mulai menerima berbagai mimpi sejak kecil dan salah satu mimpinya adalah tentang “Pendidikan” dan “Pelatihan” dirinya.
Singkatnya; dalam mimpi itu, Nabi Terakhir Muhammad ﷺ mengatakan kepada Muhammad Qasim bahwa “Aku telah memasukkan kamu ke sebuah sekolah”.
Setelah itu, Qasim mendapati dirinya berada di sebuah sekolah. Di sana, ia bertemu dengan sahabat Abu Bakar As-Siddiq r.a dan Umar bin Khattab r.a. Di sana, ia juga mendapat seragam yang mewah, buku pelajaran, dan semua hal yang diperlukan. (Untuk membaca mimpi ini selengkapnya, silahkan klik di sini)
Mimpi ini merupakan petunjuk bagaimana Allahﷻ akan membimbing Muhammad Qasim. Dan pengajaran ini merujuk pada ajaran yang Allahﷻ dan Nabi Terakhir Muhammad ﷺ ajarkan kepada Muhammad Qasim melalui mimpinya.
Berikut ini adalah beberapa poin terpenting dari ajaran ini:
Menghindari Segala Bentuk Syirik
Pelajaran pertama yang Allahﷻ ajarkan kepada Muhammad Qasim adalah tentang menghindari syirik dan segala bentuknya. Syirik merupakan hal yang paling tidak disukai oleh Allahﷻ. Allahﷻ telah mengutus sekitar ratusan ribu Nabi dan Rasul ke dunia ini dan semuanya menyampaikan pesan yang sama yaitu;
Hai orang-orang yang beriman! Janganlah sekali-kali kalian menyekutukan-Nya!
Persyaratan paling menyeluruh yang Allahﷻ berikan kepada kita adalah: “Kita tidak boleh menyekutukan-Nya dengan siapapun.”
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepadaMu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (HR Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 716, dishahihkan Syaikh Albani dalam Shahih Adabul Mufrad no. 551)
Pada hari kiamat, Allahﷻ akan mengampuni semua dosa, tetapi jika seseorang menyekutukan Allahﷻ lalu tidak bertobat, tidak meninggalkan syirik, dan tidak mengubah hidupnya, maka Allahﷻ tidak akan mengampuni dosanya selama-lamanya.
Sangat penting bagi kita untuk memahami: “Apa itu syirik itu dan apa saja bentuk-bentuk syirik di zaman modern ini”.
Perbanyak Berdzikir kepada Allahﷻ
Allahﷻ telah mengajarkan Muhammad Qasim untuk selalu mengingat-Nya sebanyak mungkin. Semoga zikir kepada Allahﷻ senantiasa terucap di lisan kita dan tertanam di hati kita. Sebagaimana firman Allahﷻ dalam Al-Qur’an;
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَا مًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَا طِلًا ۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 191)
Ada sebuah hadist dari Nabi Terakhir Muhammad ﷺ adalah: Dua kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan, dan sangat diridhai oleh Allahﷻ. Kedua kata tersebut adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيم
(Subhaan-Allaahi wa bihamdihi, Subhan-Allahil-Adzim) (Bukhari, vol. 4, hal. 297; Hadits-6682)
Allahﷻ telah mengajarkan Muhammad Qasim hikmah untuk mengingat kata-kata ini berulang kali dan melafalkannya setiap saat.
Mengirimkan Shalawat dan Salam kepada Nabi Terakhir Muhammad ﷺ
Nabi Muhammad ﷺ adalah Nabi yang paling dicintai dan terakhir dari Allahﷻ. Kedudukan beliau di sisi Allahﷻ adalah: Allahﷻ dan para malaikat-Nya mengirimkan Shalawat dan Salam kepada beliau dan Allahﷻ telah memerintahkan kita untuk melakukan hal yang sama. Allahﷻ Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allahﷻ dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)
Sekarang muncul pertanyaan tentang kepatutan membaca tasbih dan Shalawat, Manakah yang harus lebih banyak dibaca, shalawat atau tasbih?
Dalam mimpi, Allahﷻ memerintahkan Muhammad Qasim untuk membaca Tasbih (pujian kepada Allahﷻ) sebanyak 6 kali, lalu membaca shalawat untuk Nabi terakhir Muhammad ﷺ sekali saja (1 kali).
Jangan Pernah Putus Asa dari Rahmat Allahﷻ
Allahﷻ berkata kepada Muhammad Qasim agar tidak berputus asa dari rahmat-Nya, karena hanya orang-orang kafir yang berputus asa dari rahmat Allahﷻ, sebagaimana pepatah terkenal: ‘Mayoosi Kufr Hai’ (Putus asa adalah kekufuran).
Jadi, pelajaran keempat yang Allahﷻ ajarkan kepada Muhammad Qasim bin Abdul Kareem adalah: ‘Seseorang hendaknya selalu hanya berharap kepada rahmat Allahﷻ.’ Jadi jika Anda menghadapi kesulitan hari ini, bersabarlah. Insya Allah, Allahﷻ akan memudahkan Anda esok hari.
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا مَاۤ اٰتٰٮهَاؕ سَيَجۡعَلُ اللّٰهُ بَعۡدَ عُسۡرٍ يُّسۡرًا
Allahﷻ tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allahﷻ kepadanya. Allahﷻ kelak akan memberikan kemudahan setelah kesulitan. (Surat At-Talaq, 65:7)
Allahﷻ juga telah berkali-kali menekankan hal tersebut dalam ayat lainnya dalam Al-Qur’an:
وَلَا تَهِنُوْا وَ لَا تَحْزَنُوْا وَاَ نْتُمُ الْاَ عْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 139)
Jaminan apalagi yang kita butuhkan? Namun Allahﷻ telah meminta kepada Nabi terakhirnya Muhammad ﷺ untuk lebih bersabar. Allahﷻ berfirman:
وَا صْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِ نَّكَ بِاَ عْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُ
“Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun,” (QS. At-Tur 52: Ayat 48)
Sungguh indah bahwa ‘Engkau selalu berada di depan mata kami’. Allahﷻ tidak terlihat atau melihat seperti makhluk apa pun. Penampilan-Nya sangat berbeda dan sempurna. Bila kita merasa sedang berada di hadapan Allahﷻ, maka kita akan merasa/berpikir bahwa ‘Jika diantara makhluk Allahﷻ yang banyak, dan aku adalah salah satu diantaranya, maka Allahﷻ pasti sedang melihat kita semua di waktu yang sama.’ Sebagai contoh; ketika seorang guru melihat semua muridnya pada suatu waktu, pandangan itu menjadi sangat samar dan tidak jelas. Dan jika guru memberikan perhatian khusus pada satu murid tertentu, murid-murid lainnya akan terabaikan. Namun itu tidak berlaku terhadap Allahﷻ. DIA benar-benar unik dan tidak dapat dibandingkan dengan apapun. Ketika Allahﷻ melihat hamba-hamba-Nya, DIA dapat melihat setiap orang secara bersamaan seolah-olah Dia hanya melihat aku, pandangan itu tidak mengandung kelemahan atau kekurangan karena Dia adalah Ahad’ (satu-satunya).
Kalimat-kalimat yang diucapkan Allahﷻ sangat memikat; Allahﷻ berkata bahwa; kamu selalu berada di hadapan-Ku seakan-akan hanya ada Aku dan kamu, dan tidak ada seorangpun di antara kita. Ketika kamu menyadari bahwa Allahﷻ selalu melihat, mendengar dan tidak ada seorangpun di antara keduanya, maka kamu akan menikmati indahnya kesabaran dan hanya memohon pertolongan-Nya, Insya Allah.
Berjalan di Muka Bumi dengan Rendah Hati
Hal kelima adalah berjalan dimuka bumi dengan rendah hati. Ketika berjalan, setiap orang harus membuang kesombongan, keangkuhan, dan berjalan dengan kerendahan hati dan kesederhanaan. Hal ini banyak ditegaskan dalam Al-Qur’an.
وَعِبَا دُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَ رْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا
“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “salam,” (QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)
Allahﷻ memuji orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati. Allahﷻ telah menyebutkan seorang Luqman Hakim di dalam Al-Qur’an yang menasehati putranya agar tidak berjalan dengan sombong di bumi dan Allahﷻ tidak suka orang-orang seperti ini.
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّا سِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَ رْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرٍ
“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman 31: Ayat 18)
وَلَا تَمْشِ فِى الْاَ رْضِ مَرَحًا ۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَ رْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَا لَ طُوْلًا
“Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 37)
Kami akan berusaha untuk berbagi informasi lebih lanjut tentang hal ini, Insya Allah. Semoga Allahﷻ menjadi pendukung dan penolong bagi kita semua. Dan semoga Allahﷻ memberikan kemudahan bagi Umat Islam dari segala kesulitan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

