1 September 2020
Bangkitnya Dajjal: Pertarungan Iman dan Bertahan Hidup
﷽
Muhammad Qasim bercerita tentang mimpinya;
Aku melihat mimpi tentang Dajjal dan aku akan membagi mimpi itu dalam beberapa bagian. Ini bagian pertama. Aku telah melihat Dajjal berkali-kali dalam mimpiku. Tinggi Dajjal adalah 6 kaki dan 1 atau 2 inci. Rambutnya sedikit keriting dan kulit berwarna agak hitam. Wajah Dajjal terlihat kejam. Dan ketika dia berjalan, sepertinya tidak ada yang bisa berdiri di hadapannya. Dia tampak seperti pria normal bagiku tetapi dia memiliki banyak kekuatan sihir. Dalam satu mimpi, Iblis memanggilnya sebagai “Panglima Perang yang Kaya”. Ketika Allahﷻ memenuhi seluruh dunia dengan Cahaya dan Rahmat-Nya, dunia dipenuhi kedamaian selama beberapa waktu, dan setelah beberapa tahun Dajjal tiba-tiba muncul. Saat Dajjal muncul, orang-orang menjadi khawatir. Dajjal mengaku sebagai Tuhan dan dia juga memiliki kekuatan sihir.
Untuk mendukung klaimnya, Dajjal mencoba memikat orang dengan janji-janji palsu untuk mendapatkan hidup kekal dan awet muda. Orang-orang dengan iman yang lemah mulai mengikutinya dengan sangat cepat. Aku pergi untuk menghentikan Dajjal lalu dia berkata: “Qasim bergabunglah denganku. Aku akan memberimu hidup kekal dan awet muda”. Lalu aku bertanya kepada Dajjal: “Apa yang akan terjadi setelah itu, suatu hari nanti, kita semua akan mati. Dan kamu tidak akan pernah berhasil dengan misimu. Kamu juga akan mati. Tuhanku dan tuhanmu adalah satu, Allahﷻ, tuhan seluruh Alam”. Mendengar ini, Dajjal menjadi marah. Dia merubah penampilannya menjadi sangat menakutkan. Tubuhku mulai bergetar. Dan aku tidak bisa mengumpulkan keberanian untuk mengatakan apa pun.
Dajjal berkata kepadaku: “Qasim jika kamu tidak bergabung denganku maka aku akan membunuhmu. Jadi pulang dan pikirkan baik-baik jalan mana yang ingin kamu pilih”. Kemudian aku pulang menjumpai muslim dan berkata bahwa jika ada yang pergi untuk menemui dajjal maka kemungkinan 99,9% dia akan bergabung dengannya. Dajjal adalah ujian terbesar dan hanya mereka yang mendapat rahmat khusus dari Allahﷻ saja yang bisa menyelamatkan diri dari ujian ini. Setelah itu aku memberitahukan kepada kaum muslimin: “Wahai Muslim, daripada bergabung dengan dajjal lebih baik kita mati sebagai muslim. Ayo, mati di jalan Allahﷻ saat melawan dajjal”. Semua umat Islam setuju. Kita akan berperang melawan Dajjal. Nur Allahﷻ muncul di jari telunjuk tangan kananku dan aku akan menyerangnya dengan Nur Allahﷻ sehingga dia tidak bisa menggunakan kekuatannya kepada Tentara Muslim.
Dajjal, Panglima Perang Setan yang Kaya Raya

Tentara Muslim bertempur dengan tentara dajjal. Dan aku bertarung dengan dajjal agar tentara muslim dapat memberikan kerusakan sebanyak mungkin kepada tentara dajjal. Aku terus bertarung melawan dajjal dalam waktu yang cukup lama dengan Cahaya Allahﷻ. Tapi dajjal sangat kuat dan saat berperang, tiba-tiba Cahaya Allahﷻ menghilang dari jari telunjukku. Dan aku berkata: “Qasim lari dari sini”. Dajjal mengejarku dan berkata: “Qasim, aku tidak akan membiarkanmu hidup hari ini”. Aku mulai berlari di udara dengan rahmat Allahﷻ. Dan aku terus berlari sampai aku mencapai dataran tinggi pegunungan namun dajjal juga mengejarku ke sana. Dajjal menyerangku dari belakang dan aku terjatuh dan terluka di sana. Sebuah batu besar tergeletak disana dan terbuka lalu berkata: “Qasim, sembunyikan dirimu di dalam diriku, aku akan menyelamatkanmu dari dajjal. Tapi aku menolak dan bersamaan dengan itu dajjal mendekat dan berkata: “Qasim, bersiaplah untuk mati”. Dia akan membunuhku saat itu tapi aku memanggil Allahﷻ. “Ya Allahﷻ tolong aku” dan kemudian lafadz Allahﷻ turun dari langit. Kemudian Allahﷻ melemparkan petir ke arah gunung di dekatnya. Lalu gunung tersebut mengeluarkan suara yang menakutkan dan gunung itu menjadi hitam dan hancur. lalu dajjal jatuh dan pingsan.
Kemudian Allahﷻ menyembuhkan lukaku dan berkata: “Dajjal hanya pingsan selama 4 jam, kemudian dia akan bangkit kembali setelah itu, kamu lari dari sini dan sembunyikan dirimu di suatu tempat. Selama aku belum memintamu maka jangan datang ke hadapan dajjal”. Aku bersyukur kepada Allahﷻ bahwa Dia telah menyelamatkanku. Kemudian aku lari dari sana. Ketika Dajjal terbangun kembali, dia mengira telah membunuhku. Lalu Dajjal kembali kepada umat Islam dan memberitahu mereka bahwa dia telah membunuhku dan kaum muslimin merasa lemah setelah mendengar ini. Dan dajjal melanjutkan misinya lagi tanpa ada rintangan apapun.
Jazakallahu Khairan

