Banyak orang yang keberatan dengan Muhammad Qasim, dengan mengatakan bahwa ia tidak shalat secara teratur, dan mereka menolak kebenaran mimpinya berdasarkan hal ini. Namun, dapatkah kejujuran dan hubungan seseorang dengan Allah SWT dinilai hanya berdasarkan shalat? Mari kita bahas keberatan-keberatan ini secara terperinci.
1. Apakah Allah SWT Hanya Berbicara kepada Mereka yang Sholat?
Ini adalah pertanyaan pertama dan terpenting yang harus ditanyakan oleh para kritikus kepada diri mereka sendiri. Apakah Allah SWT hanya memberi petunjuk kepada mereka yang sholeh?
Al-Quran memberikan beberapa contoh di mana Allah SWT memberikan petunjuk kepada orang-orang yang sebelumnya berdosa:
Hazrat Umar bin Khattab r.a: Sebelum menerima Islam, ia adalah musuh bebuyutan umat Islam, tetapi Allah SWT memberinya petunjuk, dan ia menjadi salah satu penjaga Islam yang terbesar.
Abu Sufyan a.s: Sebelum penaklukan Mekah, ia adalah penentang Nabi Muhammad ﷺ, tetapi Allah SWT memberinya petunjuk.
Hazrat Khalid bin Walid r.a: Ia adalah pejuang besar ketika melawan Islam di Mekah tetapi kemudian menjadi “Saifullah” (Pedang Allah).
Lebih jauh.lagi, sejarah menunjukkan bahwa Allah SWT telah membimbing hamba-hamba-Nya yang saleh melalui mimpi:
Imam Abu Hanifah r.a: Ia melihat Allah SWT dalam mimpinya lebih dari 100 kali. (Universitas Banuri)
Imam Ahmad bin Hanbal r.a: Para ulama dan perawi hadis telah menyebutkan bahwa ia melihat Allah SWT dalam mimpinya. (Universitas Banuri)
Bahkan non-Muslim pun telah menerima mimpi yang benar. Kaisar Romawi Heraklius melihat mimpi tentang Nabi Muhammad ﷺ sebelum penyebaran Islam, yang diakuinya sebagai mimpi yang benar (Sahih Bukhari, Hadits 7). Istri Firaun, Asiyah r.a, dibimbing oleh mimpi sebelum menerima kebenaran.
Ini adalah Rahmat khusu dari Allah SWT. Umat Muslim tidak dapat menolak rahmat Allah SWT dan memutuskan siapa yang berhak menerima bimbingan-Nya. Ini adalah pilihan Allah SWT.
Jika Allah SWT hanya memberi petunjuk kepada mereka yang sudah sholat secara teratur, apakah orang-orang yang tersebut diatas tidak akan pernah menerima Islam?
2. Kebenaran Muhammad Qasim: Allah SWT telah Menolongnya
Bukti terbesar dari kejujuran Muhammad Qasim adalah bahwa Allah SWT sendiri yang menolongnya.
Allah SWT menyebarkan mimpinya ke seluruh dunia.
Mimpinya menjadi kenyataan, membuktikan bahwa mimpinya berasal dari Allah SWT.
Orang-orang di seluruh dunia mempercayai dan menerima mimpinya.
Semua ini terjadi atas kehendak Allah SWT karena Allah SWT tidak akan membantu orang-orang yang berdusta!
Jika Muhammad Qasim tidak jujur, Allah SWT tidak akan pernah memberinya kehormatan seperti itu, dan mimpinya tidak akan menjadi kenyataan.
Ini membuktikan bahwa Allah SWT mengangkatnya ke tingkat perbaikan tertinggi (Islah), jika tidak, Allah SWT tidak mungkin membantunya.
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Dia akan memberikan jalan keluar baginya.” (QS. At-Talaq: 2)
—
3. Muhammad Qasim Tidak Menyembunyikan Kelemahannya dalam Shalat
Muhammad Qasim tidak pernah berusaha menyembunyikan kekurangannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa ia kesulitan dalam sholatnya tetapi berharap Allah SWT akan memberinya kemampuan untuk tetap teguh dalam keimanannya.
Kejujuran ini adalah bukti terbesar dari kejujurannya!
Banyak orang telah melihat Muhammad Qasim sholat.
Ketika ia bersama orang-orang atau dalam perkumpulan, ia melakukan shalat dan bahkan menjadi imam shalat berkali-kali.
Ini berarti bahwa ia berusaha untuk shalat. Mereka yang mengkritiknya berasumsi bahwa ia mengingkari shalat, yang sepenuhnya salah.
Muhammad Qasim mengakui kelemahannya dan berdoa kepada Allah SWT untuk memberinya konsisten dalam keimanannya.
Jika ia seorang pembohong, apakah ia akan secara terbuka mengakui kelemahannya kepada orang-orang?
4. Fokus Utama Muhammad Qasim: Menghilangkan Syirik dan Menyatukan Umat Muslim
Muhammad Qasim telah mengabdikan hidupnya untuk menghilangkan syirik (politeisme) dan menyatukan Umat Muslim.
Ia meyakini bahwa syirik adalah dosa terbesar, dan dalam mimpinya, Allah SWT telah mengatakan kepadanya bahwa Allah SWT dapat mengampuni semua dosa, tetapi tidak dengan syirik kecuali seseorang itu bertaubat.
Shalat itu penting, tetapi menghindari syirik adalah prioritas yang lebih penting.
Saat ini, ia memfokuskan semua upayanya untuk memberantas syirik sehingga umat Islam berhasil sepenuhnya menegakkan Tauhid (Keesaan Allah)
Karena itulah ia memprioritaskan perang melawan syirik di atas hal-hal lainnya.
—
5. Mungkinkah Allah SWT Menunjukkan Nabi Muhammadﷺ Berulang Kali kepada Seorang Pembohong?
Ini adalah pertanyaan yang sangat penting.
Muhammad Qasim telah melihat Allah SWT dari balik tabir lebih dari 800 kali dalam mimpi.
Ia telah melihat Nabi Muhammad ﷺ lebih dari 500 kali dalam mimpi.
Jika ia seorang pembohong, apakah Allah SWT akan memberinya kehormatan untuk melihat Nabi Muhammad ﷺ berulang kali?
“Allah SWT memilih siapa yang Dia kehendaki untuk mendekat kepada-Nya dan memberi petunjuk kepada mereka yang benar-benar kembali kepada-Nya.” (QS. Asy-Syura: 13)
Allah SWT tidak memberikan kemuliaan seperti itu kepada seorang pendusta dan pembohong.
6. Hanya Orang yang Benar-Benar Beriman yang Dapat Melihat Nabi Muhammad ﷺ dalam Mimpi
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
> “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sesungguhnya ia telah melihatku, karena setan tidak dapat menyerupaiku.” (Sahih Bukhari, Hadits 6993)
Hadits lain menyatakan:
> “Setelah kenabian, yang tersisa hanyalah Al-Mubashirat dan Al-Mubashirat adalah mimpi yang benar.” (Sahih Bukhari, Hadits 6499)
Mimpi yang benar hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman karena Allah SWT dan menjadikan mimpi yang benar sebagai tanda keimanan.
Hal ini membuktikan tingginya tingkat keimanan dan kejujuran Muhammad Qasim karena mimpinya sesuai dengan janji-janji Allah SWT.
Lebih jauh, Nabi Muhammad ﷺ sendiri menegaskan bahwa mimpi sejati orang beriman merupakan bagian dari kenabian:
> “Mimpi yang benar merupakan salah satu dari empat puluh enam bagian kenabian.” (Sahih Bukhari, Hadits 6987)
Jika Muhammad Qasim tidak jujur, mengapa mimpinya selaras dengan janji-janji ilahi?
7. Mimpi Bertemu Nabi Muhammad ﷺ Selalu Benar, dan Mimpi Muhammad Qasim Mengikuti Jalan Itu
Kita semua tahu bahwa bermimpi Nabi Muhammad ﷺ selalu benar.
Mimpi Muhammad Qasim juga menyampaikan pesan yang sama:
Allah SWT akan menolong kaum Muslimin.
Penindasan akan Berakhir.
Umat Muslim akan bangkit kembali sebagai umat yang kuat.
Semua ini telah diperlihatkan dalam mimpi Muhammad Qasim, dan kini telah menjadi kenyataan.
Ini adalah tanda yang jelas akan pertolongan Allah SWT yang membuktikan bahwa Allah SWT pasti akan menolong Umat Muslim!
Kesimpulan: Mengapa Orang-Orang Mengabaikan Pesan yang sebenarnya?
Para pengkritik Muhammad Qasim mengabaikan pesan yang sebenarnya dan hanya berfokus pada satu isu.
Ia berupaya memberantas syirik, tetapi orang-orang mengkritik shalatnya.
Ia berusaha menyatukan Umat Muslim, tetapi orang-orang hanya berfokus pada kekurangannya.
Ia menyampaikan kebenarannya, tetapi orang-orang segera menjulukinya sebagai pembohong.
Saatnya untuk merenungkan: Apa yang menjadi fokus kita?
Haruskah kita mengkritik seseorang karena satu kelemahannya? atau haruskah kita mencoba memahami pesan yang sebenarnya?
Semoga Allah SWT memberi kita kemampuan untuk mengenali kebenaran dan mengikutinya. Amin!

