Muhammad Qasim | Muhammad Qasim bin Abdul Karim

[spt-posts-ticker]

Muhammad Qasim dan Perang Sesama Muslim yang Mengintai

FIRSTLY ORDINARY MUSLIMS BELIEVE TO DREAMS (1)

September 2015

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh 

Muhammad Qasim bercerita tentang mimpinya;

Dalam mimpi ini Allah berkata kepadaku, “Qasim! Selama kaum Muslimin tidak percaya pada mimpimu, Aku tidak akan mengubah keadaan mereka dan mereka akan tetap seperti itu dan Aku akan terus menekan mereka dari segala sisi, sampai mereka menganggap mimpimu sebagai kebenaran dan bahwa semuanya akan terjadi persis seperti yang telah Aku tunjukkan kepadamu dalam mimpimu.”

[22-09-2015] Allah bertanya padaku, “Qasim! Apakah kaum Muslim percaya padamu?” Aku menjawab: “Tidak, kecuali hanya beberapa orang saja bahkan banyak dari mereka yang tidak percaya pada mimpiku.” Allah berkata, “Qasim! Jika mereka tidak percaya padamu, Aku akan mengguncang mereka dengan keras dan Aku akan membuat mereka saling berperang dan mereka akan terus berperang selama mereka tidak percaya padamu.”

 Kemudian aku melihat kaum Muslimin mulai saling membunuh dan pertempuran menjadi sangat menegangkan dan terjadi pertumpahan darah yang sangat parah. Kaum Muslimin lainnya menjadi takut, mereka tidak tahu apa yang baru saja terjadi dan apa yang akan terjadi pada mereka. Sepertinya mereka hanya ingin yang lain berhenti berperang. Kemudian orang-orang yang menolak mimpiku mulai mempercayai mimpiku. Bahkan orang-orang dengan banyak pengikut mulai mempercayai mimpiku dan bahkan orang-orang yang menghalangi orang lain untuk mempercayai mimpiku juga mulai percaya. Kemudian mereka menceritakan mimpiku kepada orang lain sehingga mimpiku terus menyebar ke seluruh dunia.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Related Posts

10pressmalay

Muhammad Qasim Menentang Keganasan & Kemusnahan atas Nama Agama

Untuk Siaran Segera Muhammad Qasim tidak mempercayai keganasan, penindasan, atau pemusnahan harta sebagai cara untuk menghapuskan syirik. Beliau mengakui bahawa penguatkuasaan undang-undang agama dan peraturan berkaitan syirik, seperti imej, patung, makam, dan tempat ibadah bukan Islam, adalah tanggungjawab kerajaan semata-mata.

Read More
Scroll to Top