Muhammad Qasim | Muhammad Qasim bin Abdul Karim

[spt-posts-ticker]

Muhammad Qasim melihat Malaikat Jibril a.s dalam Mimpinya

Muhammad Qasim saw Angel Jibraeel (AS) in his Dream

 2 April 2013

 ﷽

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh 

 Muhammad Qasim berkata tentang mimpinya;

Dalam mimpi ini aku sedang duduk di atap rumahku dan berbicara kepada Allahﷻ. Aku berkata: “Oh Allahﷻ, izinkan aku untuk berjalan di jalan Nabi terakhir Muhammadﷺ dan biarkan aku melihat taman Rahmat-Mu. Lalu Allahﷻ berkata: “Baiklah Qasim, Aku akan mengirim Jibril a.s di tempat yang bersih di depan rumahmu. Dia akan membawamu ke tempat di mana kamu akan berjalan di jalannya Nabi Muhammadﷺ dan dari sana pula kamu akan mencapai Taman Rahmat dan Berkah-Ku.”

Aku menjadi sangat bahagia dan langsung menemui kakakku dan mengatakan kepadanya bahwa Allahﷻ akan mengirimkan Jibril a.s kepadaku sekarang. Ketika mendengar ini kakakku berkata: “Qasim, apa yang kamu bicarakan? Mengapa Allahﷻ mengirim Jibril a.s?” Dia tidak percaya padaku, lalu aku meninggalkan rumah menuju sebuah taman terdekat. Aku melihat sepertinya ada cahaya yang keluar dari tanah. Kakakku terus menatapku sambil berpikir: “Apa yang telah terjadi pada Qasim.”

Setelah beberapa waktu, aku melihat Jibril a.s datang dari langit. Sayapnya putih bersih dan ada cahaya yang memancar darinya yang tampak seperti awan menggumpal dan warnanya sangat putih sehingga bagian belakang sayap bisa dilihat dari depan. Semua sayap itu bergerak dengan sangat cepat sekali. Ini adalah pemandangan yang sangat menakjubkan bagiku. Jibril a.s mendatangiku dengan keindahannya yang luar biasa. Aku merasa bahwa dia adalah salah satu malaikat pertama yang diciptakan oleh Allahﷻ. Aku berkata kepadanya bahwa Allahﷻ mengatakan kepadaku bahwa kamu akan membawaku ke suatu tempat. Jibril berkata: “Ya, Allahﷻ baru saja memberikan perintah-Nya. Pegang tanganku dan kamu akan terbang bersamaku.” Aku meraih tangannya dan berkata pada kakak laki-lakiku: “Lihat, ini Jibril a.s dan dia datang untuk membawaku.” Kakakku sangat terkejut karena aku mengatakan yang sebenarnya. Dia berlari untuk menemui Jibril a.s tapi dia tidak melihat bahwa ada tangga teras di depannya sehingga ia terjatuh. Pada saat itu, Jibril a.s langsung menangkapnya dan mendaratkannya di tanah. Kemudian dia membawaku jauh dan mendaratkanku di suatu tempat. Dia berkata: “Disinilah aku diperintahkan untuk membawamu”. Aku berkata: “Baik”. Lalu aku berjalan dijalan itu dan setelah agak jauh, Jibril a.s kemudian pergi.

Aku tidak tahu di mana aku berada, tapi kemudian aku melihat jejak kaki Nabi Muhammadﷺ. Aku lalu mengikuti jejak itu sampai aku mencapai sebuah tempat yang sangat menakjubkan. Tempat itu memiliki taman dengan berbagai jenis pohon dan tanaman. Taman itu belum pernah aku lihat sebelumnya. Ada aroma manis yang indah yang belum pernah aku cium sebelumnya. Dan ada angin sepoi-sepoi yang terasa luar biasa di tubuhku. Aku merasakan jenis kesenangan yang aneh dan menjadi sangat bahagia. Itu adalah perasaan gembira, lega sekaligus kepuasan yang sangat istimewa.

Kemudian aku melihat seseorang sedang membaca surah Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang QS: 55) dengan suara yang sangat indah dan menenangkan. Melodinya belum pernah aku dengar sebelumnya. Aku langsung terpikat dan duduk di sampingnya sambil mendengarkan bacaannya. Aku merasakan kenikmatan yang sangat aneh setiap kali dia melafalkan ayat ini: “Fabiayyialaa irabbikuma tukadzibaan (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?). Aku melihat kembali ke taman dan berkata: “Memang kita tidak bisa mendustakan nikmat Allahﷻ.” 

Aku bangun, berdiri lalu mendapati Cahaya Allahﷻ di depanku. Kemudian aku merasa mengantuk dan mulai berbaring di sana. Aku berterima kasih kepada Allahﷻ karena telah membawaku ke sini dengan Rahmat-Nya, ke sebuah tempat yang tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya. Kemudian aku tertidur dengan tenang.

Mimpi itu berakhir disana.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Related Posts

10pressmalay

Muhammad Qasim Menentang Keganasan & Kemusnahan atas Nama Agama

Untuk Siaran Segera Muhammad Qasim tidak mempercayai keganasan, penindasan, atau pemusnahan harta sebagai cara untuk menghapuskan syirik. Beliau mengakui bahawa penguatkuasaan undang-undang agama dan peraturan berkaitan syirik, seperti imej, patung, makam, dan tempat ibadah bukan Islam, adalah tanggungjawab kerajaan semata-mata.

Read More
Scroll to Top