5 April 1980
﷽
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Muhammad Qasim berkata tentang mimpinya;
Muhammad Qasim mengatakan bahwa mimpi pertama dalam hidupku datang ketika aku berusia sekitar 4 tahun. Aku mulai bersekolah pada usia 5 tahun. Aku tidak bersekolah pada saat aku bermimpi ini. Jadi kurasa mimpi ini datang ketika aku berusia 4 tahun. Saat masih kecil, aku suka balon gas. Aku suka melepaskannya dan melihatnya terbang ke langit.
Dalam mimpi ini, aku berada di rumahku dan abangku Javaid datang dari luar. Dia kemudian berkata: “Ada tukang balon diluar, belilah balonmu sebelum dia pergi, jika tidak nanti kamu pasti akan menangis.” Maka aku meminta uang kepada ibuku lalu pergi keluar untuk membeli sebuah balon. Aku meminta satu balon pada penjual balon dan dia berkata “Oke”. Sambil mengisi balon dia berkata; “Qasim, tahukah kamu bahwa ada tangga di atap rumahmu yang mengarah langsung menuju langit?” Aku sangat terkejut tetapi juga sangat gembira karena aku selalu penasaran kemana balon-balonku menghilang di langit. Aku pun berlari ke atap rumahku dengan penuh kegembiraan. Aku bahkan lupa membawa balon itu bersamaku.
Sesampainya di atap, aku melihat tangga yang nyata hampir seperti tangga kekaisaran Mughal. Anak tangganya terbuat dari batu bata merah yang melingkar naik menuju langit. Aku senang sekali melihat tangga itu. Aku mulai menaiki tangga dan terus naik hingga sangat tinggi. Saat aku melihat ke bawah, semua rumah itu terlihat kecil. Aku sangat gembira melihat ini dan naik lebih tinggi lagi, bahkan aku bisa menyentuh awan dan aku sangat bersemangat.
Lalu tiba-tiba aku teringat ibuku, mungkin dia akan mencariku, jadi kuputuskan untuk kembali saat aku lelah. Lalu tiba-tiba, aku juga mendapat perasaan bahwa tangga ini akan langsung menuju kepada Allahﷻ, Tuhan Semesta Alam.
Dan mimpi berakhir disana
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

